Apakah Yudhoyono Institute Adalah Branding Untuk Putra Cikeas?

Yudhoyono Institur Branding Putra Cikeas – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah mensahkan The Yudhoyono Institute (TYI) terhadap Kamis (10/8) malam. AHY mengklaim institusi hal yang demikian berupa independen, nonpolitik. Menurutnya, TYI akan berpusat terhadap info-info strategis bagus lingkup nasional, regional, ataupun global. Kecuali itu, kata AHY, TYI didirikan untuk mempersiapkan pemimpin jaman depan dan menjadikan Indonesia Emas terhadap 2045 akan datang, ketika Indonesia genap 100 th. merdeka.

Melalui pendirian TYI, lanjut AHY diinginkan bisa melahirkan generasi jaman depan, calon pemimpin bangsa yang berjiwa patriotik, bersopan santun bagus, dan unggul yang dapat mempunyai Indonesia jadi bangsa yang maju. Seperti yang dikutip dari portal berita politik indonesia terkini arah.com. Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyebut pendirian TYI tak dapat dilepaskan dari kampanye yang dikerjakan untuk AHY. Menurutnya pendirian TYI bisa diperhatikan sebagai proyeksi dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau keluarga Cikeas di dalam mempersiapkan AHY sebagai calon pemimpinan jaman depan.

“Itu (pendirian TYI) komponen dari usaha mem-branding putra mahkota Cikeas, AHY. Kan, telah ada kesepakatan yang akan disokong jadi the next leader kan AHY, bukan Ibas,” kata Karyono ketika dihubungi arah.com, Kamis (10/8). Branding AHY itu terhadap akibatnya tidak terlepas dari panasnya atmosfer politik menuju Pemilu 2019. Karyono mengukur pendirian TYI sebagai branding dialamatkan untuk menempuh sasaran politik dari keluarga Cikeas ke depan, merupakan Pemilu Presiden 2019. “Sekalian untuk menonjolkan keberadaan keluarga Cikeas” ujarnya.

Sisi Intelektualitas AHY

Dihubungi terpisah, pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun menyatakan ketidakhadiran TYI ini punya tujuan untuk menonjolkan mutu intelektual dari AHY. Kecuali sebagai eks tentara, lanjut Ubedilah, AHY berkeinginan menonjolkan dirinya termasuk seorang politisi muda yang mempunyai latar belakang intelektual mumpuni. Dan berita aneh terbaru ini juga diambil dari salah satu portal berita diatas. “Ada kesan berharap menonjolkan terhadap publik bahwa AHY yaitu bukan cuma sekedar eks tentara, tetapi termasuk ia seorang muda yang intelektual, itu yang berharap dikesankan,”

Citra tentara yang dievaluasi sering kali mengandalkan energi jasmaniah, berdasarkan Ubedillah berkeinginan diubah oleh AHY bersama mendirikan TYI. “Eks tentara yang miliki inspirasi, anggapan intelektual di dalam merancang jaman depan Indonesia. Kaprah-kaprah seperti itu yang berharap dibeberkan, bukan tentara yang bermodal otot belaka,” katanya. Sisi intelektualitas Agus dapat diperhatikan dari apa yang dapat dijadikan TYI ke depan. Intelektualitas Agus akan diakui jikalau TYI cakap memproses bermacam-macam inspirasi untuk kemajuan Indonesia di jaman depan.

Sebaliknya, Ubedilah beranggapan TYI dapat jadi musibah politik bagi AHY jikalau tak dapat mengimplementasikan tujuannya. “Aku kaprah itu musibah politik buat AHY sendiri bila cuma sekedar pencitraan, artinya bila itu cuma sekedar seremoni, masyarakat mengukur ini cuma pencitraan belaka,” ujarnya. Senada bersama Karyono, Ubedilah termasuk menyatakan pendirian TYI termasuk dapat diterapkan SBY untuk menonjolkan dirinya masih miliki energi politik di Indonesia.

“Dapat saja SBY berharap menonjolkan terhadap publik bahwa ia masih miliki energi, power di di dalam mendesain jaman depan Indonesia,” sebut Ubedilah. Tapi, terlepas dari unjuk diri SBY itu, Ubedilah menyebut pendirian TYI ini termasuk dapat jadi momentum menonjolkan kesiapan AHY untuk masuk ke di dalam gelanggang politik di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ˆ Back To Top