Cara Memotret Profesional

Momen pengambilan foto dalam perjalanan adalah hal yang paling tidak bisa dilewatkan oleh seorang fotografer profesional. Menurut rental kamera Jogja, tak banyak juga wisatawan pengambil foto dengan cara asal-asalan sehingga pengambilan foto terlihat kurang menarik. Bagaimana agar foto yang diambil terlihat lebih keren? Pengambilan foto juga memiliki kaidah yang harus diterapkan.

Menurut sewa dslr Jogja, cara terbaik untuk mengasah keterampilan adalah berlatih sesering mungkin, memotret setiap hari tidak peduli apa yang di foto maka akan semakin terasah keterampilan teknis dengan kamera , maka semakin mudah juga memanfaatkannya sebagai alat untuk menyampaikan visi foto yang diambil.

Pahami juga segitiga eksposur hubungan antara aperture, shutter speed dan juga ISO dengan baik. Jika memahami ketiganya maka kemungkinan foto yang dihasilkan tidak akan pernah salah. Ketiganya sangat berhubungan dari menentukan jumlah cahaya yang diterima sensor kamera.

Peganglah kamera dengan benar, dengan cara memegang kamera dengan benar maka kamera tidak akan mudah goyang. Lalu pelajari dan juga pahami cara memotret seorang profesional. Tarik nafas dan konsentrasi sebelum jari memencet tombol shutter, ambil nafas, lalu berpikir apakah komposisi ini sudah pas atau belum bagai mana dengan angle nya. Maka semakin sering berlatih maka semakin mahir dan menjadi insting otomatis setiap kali sebelum memencet shutter.

Jangan terlalu sering mengintip hasil foto, periksalah hasil foto di screen belakang kamera oke saja jika terlalu sering mengintip justru akan kehilangan momen dan kehilangan kontak dengan objek yang ada. Periksa gambar sesekali namun tak perlu sesering mungkin. Berlatih juga membuat kontak mata dengan objek. Naikan kamera dan bidik objek dengan kamera pada momen yang decisive selebihnya turunkan lagi kamera dan buatlah suasana semakin akrab.

Memiliki satu lensa zoom atau dua lensa prime sudah lebih dari cukup tergantung gaya yang disukainya. Fotografer landscape kan berusaha mengusai lensa wide-angle misal dengan menggunakan lensa prime 18 mm sampai dia fasih dan hafal seluk beluk lensa tersebut. Berlatih dengan panjang fokal dan lakukan secara konsisten. Memotret dengan fikiran dan gunakan perasaan agar hasil yang diciptakan lebih natural.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ˆ Back To Top