Jenis- Jenis Majas Pertentangan Dalam Bahasa Indonesia

Majas pertentangan juga menjadi salah satu jenis gaya bahasa yang ada di dalam bahasa Indonesia. Selain gaya bahasa perbandingan dan juga penegasan, gaya bahasa pertentangan ternyata juga sering digunakan baik secara lisan mau pun tulisan. Untuk lebih memahami bagaimana jenis gaya bahasa ini lebih baik, mari kita lihat penjelasan yang ada di bawah ini. Jenis gaya bahasa pertentangan yang pertama biasa disebut dengan antithesis. Gaya bahasa antithesis ini biasanya menggunakan kata yang memiliki lawan. Dari sini bisa dilihat dengan jelas pertentangannya contohnya, “Siapapun kita, kaya miskin, laki- laki perempuan, muda tua, harus saling menghargai satu sama lain untuk menjaga kerukunan antar masyarakat.” Baca juga jenis majas lainnya di kampusious.com, sebuah blog dengan aneka informasi penting dan menarik.

Selanjutnya untuk jenis gaya bahasa pertentangan ini adalah paradoks. Paradoks ini digunakan untuk memberikan pertentangan dengan kenyataan yang ada di sekitar pembicara. Sebagai contohnya, “Di antara tawa dan canda teman- teman di sekitarku, hanya aku yang merasa sedih di malam hari ini.” Contoh ini sangat jelas untuk menunjukkan pertentangan dengan kesan yang lebih. Jenis gaya bahasa yang satu ini sering digunakan untuk karya sastra sehingga siapa saja yang suka membuat puisi bisa menggunakan kaya bahasa ini untuk memperkuat makna pertentangan yang ada. Jenis gaya bahasa selanjutnya ada hiperbola. Seperti namanya, pertentangan ini dibuat dengan cara yang berlebihan sehingga pembicara bisa memberi efek percakapan seolah meminta perhatian.Misalnya kita ambil contoh, “Amarahnya memuncak bagai ombak yang besar di tengah lautan dan siap menenggelamkan siapa saja yang menghalangnya.”

Jenis gaya bahasa terakhir yang jadi jenis gaya bahasa pertentangan dalam bahasa Indonesia adalah gaya bahasa litotes. Jika tadi hiperbola membesarkan efek kalimat yang dibuat, litotes juga menjadi pertentangan dengan cara membuat bahasa yang lebih rendah seolah mengecilkan kalimat yang ada. Sebagai contohnya, “Jangan sungkan untuk mampir ke rumahku yang seperti gubuk ini.” Contoh gaya bahasa litotes ini juga sering kita dengar di banyak percakapan sehari- hari. Jadi, itulah jenis dan contoh Majas pertentangan dalam bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ˆ Back To Top