Alibaba Mengkuisisi Lazada

Alibaba Mengkuisisi Lazada Proses penyatuan system Lazada dengan Alibaba sudah beres pada awal tahun 2018 lalu, penyatuan ini di nyatakan akan berpengaruh kepada kecepatan mereka dan juga tehadap fitur fitur mereka di masa yang akan datang, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia yang jasa pembuat website pembuatan website profesional bandung bernama Ahmad Alkatiri juga membenarkan adanya berita atau kabar tersebut, selain mempercepat teknologi teknlogi yang akan di tanamkan di dalam lazada pun akan membuat aplikasinya menjadi lebih kaya dan lebih hebat lagi dari sebelumnya, sakah satu fitur baru yang seadng dikembangkan adalah foto inspirasi serupa di Instagram yang berguna untuk mempermudah para penjual agar dapat memikat pelangganya, ataupun misalnya instan messaging yang mempermudah interaksi antara penjualan dan pembeli.

Pada intinya fitur fitur baru yang nantinya akan di tanamkan di dalam lazada ini akan menyerupai fitur fitur yang ada di Alibaba, penambahan penbamahan fitur tersebut tidak langsung namun akan di jalankan secara betahap berbarengan dengan migrasi system lazada. Akuisisi Alibaba terhadap lazada memang sudah terjadi sejak lama yakni sejak tahun 2016 yang lalu dengan nilai transaksi sebesar US$1 miliar, Alibaba juga kembali menyuntikan dana sebesar US$1 miliar pada juni 2017 lalu da US$ miliar pada bulan Maret 2018 lalu, sehingga total sudah US$ 4 miliar Alibaba menyuntikan dana ke Lazada ini. Hasil dari akuisisi ini membuat hubungan kedua perusahaan ini semakin lekat, bisa kita lihat ketika Lazada memperkenalkan kanal produk dari Taobao atau porta e-commerce turunan dari Alibaba.

Meski keduanya kita lihat semakin Quantum Resonance Magnetic Analyzer kian melekat namun lazada sendiri menegaskan bahwa tidak akan mengikuti jejak Alibaba dalam pemecahan segmentasi pasar, dimana kita tahu bahwa Alibaba sendiri memecah mecah layanan mereka di bidang e-commerce menjadi Alibaba.com, aliexpress dan juga taobao, menurut lazada jika pihaknya melakukan pemecehan segementasi pasar seperti Alibaba hal tersebut akan sangat sulit dipraktikan di Indonesia karena terlalu komplek dan juga mahal jadi lazada tetepa akan menjadi lazada untuk konsumen atau untuk penjuaal tetap akan menggunakan 1 lazada app saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ˆ Back To Top