Masjid di Kabupaten Ciamis Jawa Barat

Masjid di Kabupaten Ciamis Jawa Barat

Masjid di Kabupaten Ciamis Jawa Barat

Hari ini menjadi hari yang paling bahagia untuk pasangan Rangga dan Anggie keduanya akan resmi menjadi pasangan sehidup semati. Dijadwalkan jam 10.00 wib nanti Rangga akan mengucapkan sumpah janjinya yang dipimpin kepala KUA setempat di Masjid Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Menjadi saksi hidup kisah mereka berdua adalah kebanggaan tersendiri bagi aku karena tidak akan pernah ada suatu apapun yang dapat dilakukan oleh mereka berdua selain berkeluh kesah dengan yang lainya. Persiapannya sudah matang, es camcau sudah disiapkan pada waktu itu Wiliam anaknya pak Sobirin terus memandang penyaji es untuk tamu undangan itu sambil membayangkan betapa enaknya e situ, dia jadi tidak tahan ingin segera meminum es cam cau yang sudah disajikan. Makanya WIliam langsung saja mengambil mangkok dan minumlah e situ dengan sangat lahapnya. Kemudia kedua pengantin keluar dari Masjid yang dulu jalan sampai sambil mengindapkan kemelupakannya. Saatsemuanya sudah berubah dan para tamu sudah mulai datang wiliam berlarian menuju kedapur minta soto ayam yang dibuatkan oleh ibunya lalu dia melihat ada sebuah keinginan dari anaknya yang lain. Ketika semuanya sudah tidak lagi ada disana Rumhan adalah yang terakhir kali melihat adanya cinta yang bersemi di dalam Masjid.

Kesempurnaan itu hanyalah Tuhan yang tahu sehingga tidak aka nada mungkin sebuah ilusi muncul begitu saja disaat semua orang tidak aka nada alamatnya. Kemudian, Rumhan melihat ada pedagang Bakso yang lewat didepan nya setelah dia introgasi ternyata dia adalah temannya dimasa muda dulu. Ketika semua orang sudah tidak mungkin untuk membeli bakso itu, rumhan adalah yang akan menjalani kehidupannya sendirian karena pedagang bakso itu yang ada di rumahnya dekat dengan Masjid. Kejenuhan ini adalah awal dari ketidak pastian sebuah ilusi yang besar dan muncul ketika semuanya sudah tidak akan yang melihatnya sebuah asal usul dari kereta itu tadi,. Karena seketika itu hanya ada kereta dorong yang muncul di dekat anak yang baru berusia belasan tahun.


Mampir ke Masjid di Gresik Jawa Timur

Mampir ke Masjid di Gresik Jawa Timur

Mampir ke Masjid di Gresik Jawa Timur

Sore itu, ultras mania atau supporter setia dari klub sepakbola Gresik United sudah bersiap untuk melihat pertandingan paling seru di lanjutan pertandingan Liga Utama kompetisi tertinggi di Indonesia. Dengan menerima tamu dari pulau Sumatera yaitu Sriwijaya Football Club salah satu kekuatan sepakbola di Indonesia. Para supporter tampak sudah memadati jalan-jalanan besar di seputar kota Gresik. Sampai-sampai mobil kami terpaksa minggir untuk mencari parker, kebetulan karena menjelang salat Ashar kami memilih untuk belok saja di Masjid besar Gresik, sambil mendinginkan mesin mobil karena cukup hamper sehari penuh tidak berhenti. Karena ramenya inilah kita akhirnya istirahat sejenak karena perkiraan kami pukul 15.30 wib nanti sudah mulai sepi jalanan raya karena waktu itu biasanya pertandingan sudah di mulai. Akhirnya karena baru jam 14.45 wib an kita memilih untuk istirahat sekalian saja. Sambil membersihkan diri di kamar mandi Masjid mumpung ada waktu dan kesempatan. Saiful sahabat karib saya yang saya ajak perjalanan ke Sidoarjo sebenarnya ini sempat terkaget dengan animo masyarakat terhadap kecintaan kepada sepakbola terutama kecintaan kepada klub dari daerahnya. Saiful sampai mengatakan, apakah ini yag namakan nasionalisme sesungguhnya, karena dengan terik matahari, dan bahkan untuk masuk stadion saja sudah pasti harus membayar tidak cukup dengan uang rp. 20 ribu saja belum lagi jajan yang harus dia keluarkan estimasinya bisa mencapai rp 50 ribuan untuk sekali menonton sepakbola. Namun, mungkin inilah namanya nasionalisme warga Indonesia dengan mencintai daerahnya terutama di bidang sepakbola.

Saiful tidak sadar jika setiap dia ngomong tadi sudah tidak ada yang mendengarkan, karena saya sudah ke kamar mandi dari tadi. Tapi setelah saya selesai pun Saiful masih belum berhenti ngomong sendiri. Demi menjawab pertanyaan-pertanyaan saiful yang dilontarkan tadi, saya Tanya sama warga sekitar yang kebetulan juga akan melaksanakan salat Ashar di Masjid yang sama dengan kami. Belakangan kami tahu namanya Pak Usman, kami pertanya apakah setiap ada pertandingan sepakbola di Gresik itu selalu ramai masyarakat berduyun-duyun seperti itu. Ternyata, jawaban Pak Usman sama dengan perkiraan kami bahkan dia menceritakan jika warga yang mencintai sepakbola disini lebih dari sekedar untuk suka cita tapi sudah mendarah daging di jiwa masayrakat Gresik. Karena, kita melihat tidak hanya anak muda yang melihat tapi anak-anak dan orang tua bahkan mengajak anaknya untuk ikut menyaksikan sepakbola maka tidak heran jika sepakbola itu sudah mendarah daging di jiwa warga Gresik karena sudah sejak kecil di ajak untuk menyaksikan sepakbola. Kaum perempuan juga tidak akan ketinggalan untuk menyaksikan sepakbola.


ˆ Back To Top